Berita Kegiatan

Sekutu Buku #11: Apa arti malas di dunia yang gila kerja?

Peserta diskusi Sekutu Buku di Monumen Bendungan Soedirman, Tapen, Banjarnegara
Peserta diskusi Sekutu Buku di Monumen Bendungan Soedirman, Tapen, Banjarnegara

Hari Minggu lalu, 10 Mei 2025, Sekutu Buku mengadakan diskusi ke-11 di MBS Tapen, Banjarnegara. Sembilan peserta hadir, campuran anggota lama dan wajah baru yang pertama kali datang. Kali ini hampir ada dari semua elemen masyarakat. Buku yang didiskusikan: Hak untuk Malas karya Paul Lafargue.

Jalannya Diskusi

Diskusi kali ini dibuat berbeda dengan diskusi-diskusi sebelumnya. Jika sebelumnya Sekutu Buku diskusi dengan satu tema dan setelah itu selesai, kali ini Sekutu Buku diskusi dengan membaca buku dan mengungkapkan makna yang ada di dalam setiap paragraf. Peserta diskusi membaca satu atau dua paragraf lalu merefleksikan makna atau isi yang ditangkap. Setiap peserta bergiliran membaca buku Hak untuk Malas.

Tidak hanya sebuah penjelasan yang muncul dari para peserta. Kebanyakan justru pertanyaan. Meskipun pertemuan ini hanya sampai pada Bab Sekapur Sirih, sudah cukup memantik rasa penasaran.

Sekapur Sirih yang ditulis oleh Lucy Sante menjelaskan cara Lafargue yang menyerang langsung dogma kerja keras yang selama ini dianggap mulia. Kecintaan manusia pada pekerjaan, menurutnya, adalah sumber segala penderitaannya. Sistem sosial ini menuntut manusia terus bekerja keras. Kita harus selalu produktif. Seolah lelah dan bermalas-malasan adalah dosa.

Momen Paling Menarik

Tiga pertanyaan muncul dan tidak langsung terjawab. Kenapa kita merasa bersalah saat tidak produktif? Kenapa istirahat harus dilegitimasi dengan kelelahan dulu? Kenapa waktu luang terasa seperti sesuatu yang harus diperoleh, bukan sesuatu yang sudah menjadi hak? Tidak ada yang bisa menjawab dengan tuntas. Dan itu justru yang membuat diskusi ini berhasil.

Informasi Diskusi Berikutnya

Diskusi ke-12 akan diadakan pada Minggu, 17 Mei 2025, dengan buku yang sama. Lokasi: tempat biasa (ikuti Instagram untuk update). Terbuka untuk umum. Tidak perlu daftar. Cukup datang dan siap ribut.

Tentang Penulis

Tim Sekutu Buku adalah anggota Sekutu Buku, komunitas literasi berbasis di Banjarnegara, Jawa Tengah.