Puisi

Geologi Kota Kecil

Di bawah jalan baru ini ada jalan lama yang lebih diam, dan di bawah jalan lama ada tanah yang belum pernah mendengar kata pembangunan.

Kota ini tumbuh ke atas tapi ingatannya bergerak ke bawah — sedimentasi yang tidak ada yang suruh tapi semua orang rasakan setiap kali pulang dari kota besar dan tiba-tiba udara beda.


Aku lahir di sini tapi sering lupa bentuk bukit dari arah mana karena terlalu lama melihat layar.

Yang kutahu: ada tiga generasi yang belajar cara tidak bilang tidak kepada orang yang lebih berkuasa, dan mewariskannya dengan diam seperti mewariskan hidung atau cara senyum.


Geologi tidak bohong: kita adalah endapan dari semua yang terjadi sebelum kita bisa memilih. Yang bisa kita pilih hanya: mau jadi apa setelah tahu itu.

Tentang Penulis

Akar Wangi adalah anggota Sekutu Buku, komunitas literasi berbasis di Banjarnegara, Jawa Tengah.