Sejarah Kekerasan: Zizek dan Tiga Lapis Kekerasan yang Kita Abaikan
Slavoj Žižek membuka Violence dengan sebuah provokasi: “Apa yang jika tindakan kekerasan sesekali diperlukan untuk menghentikan kekerasan yang jauh lebih besar?” Bukan bahwa ia menjawab dengan mudah — justru pertanyaan ini yang ia urai sepanjang buku.
Tiga Lapis
Žižek membedakan tiga jenis kekerasan. Subjektif adalah yang tampak: pembunuhan, perang, terorisme. Simbolik adalah kekerasan dalam bahasa dan representasi — bagaimana kata-kata tertentu merendahkan, mengecualikan, menghapus. Dan sistemik adalah yang paling senyap: kekerasan yang inheren dalam struktur ekonomi dan politik yang kita anggap normal.
Kekerasan sistemik tidak butuh agen yang jahat. Ia bekerja melalui sistem yang berjalan dengan logikanya sendiri — pasar bebas, birokratisasi, prekarisasi tenaga kerja.
Relevansi Lokal
Banjarnegara punya contohnya sendiri. Proyek infrastruktur yang menggusur tanpa kompensasi layak. Sistem pengupahan yang membuat kerja keras tidak pernah cukup. Ini bukan kriminalitas individual — ini adalah kekerasan sistemik yang bekerja dengan wajah administratif.